SELAMAT DATANG ...

SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DENGAN BLOG PRIBADI SAYA, MARI BERBAGI INFORMASI DAN PENGALAMAN

Minggu, 17 Januari 2016

Opini

Hakim sebagai Komunikator
Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si.
(Doktor Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah)

           
            Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Parlas Nababan menjatuhkan vonis yang membatalkan semua tuntutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH), 30 Desember 2015 lalu. Akibatnya, PT BMH yang awalnya dituduh terlibat dalam pembakaran lahan dan hutan tahun 2014, yang menjadi salah satu penyebab kabut asap di Sumsel, dinyatakan tak bersalah. Jauh sebelum kasus Hakim Parlas, pernah pula hakim Sarpin mengambil keputusan untuk menerima pra peradilan yang diajukan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan, yang berakibat pada bebasnya sang jenderal dari status tersangka korupsi yang sudah ditetapkan KPK. Selain dua kasus yang cukup menyita perhatian publik ini, banyak pula kasus-kasus lain yang dinilai banyak pihak mencederai rasa keadilan publik. Intinya adalah, sang hakim dianggap publik tidak mengambil keputusan secara adil.

Selasa, 29 Desember 2015

OPINI



Burung Migran dan Komunikasi Lingkungan
Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si
(Doktor Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah)

Sekitar bulan Oktober hingga Desember setiap tahunnya, ribuan dan bahkan jutaan burung dari berbagai belahan dunia, terbang menyusuri berbagai benua, melintasi samudra, dan selama beberapa waktu mampir ke Sumsel, tepatnya di Taman Nasional (TN) Sembilang, pinggiran daerah Kabupaten Banyuasin, untuk kemudian pindah lagi ke tempat lain. Ini dikenal dengan fenomena burung migran, dan beruntunglah Sumsel karena menjadi salah satu tempat persinggahannya. Paling tidak, melalui fenomena ini, kita bisa saksikan keragaman aneka burung di dunia ini, dan paham juga bagaimana keterkaitan keseimbangan ekosistem.

Sabtu, 05 September 2015

Poster

Poster yan
g dipublikasikan dalam forum Annual International Conference on Islamic Studies, 3-6 September 2015, Manado, Sulawesi Utara

Selasa, 25 Agustus 2015

OPINI



Mencari Polisi di Eropa
Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si.
(Dosen UIN Raden Fatah dan Peserta Utrecht Summer School 2015)

            Indikator kebahagiaan dan kenyamanan sebuah tempat, biasanya adalah soal keamanan. Semakin aman negara tersebut, maka semakin nyaman pula tinggal di sana. Negara yang aman dan nyaman, akan berkorelasi pula dengan tingkat ketertiban dan kedisplinan warga negaranya. Bisa dipastikan pula bahwa negara yang tingkat keamanan dan kenyamannya tinggi, maka aparat keamanan juga tidak terlalu diperlukan. Mereka tetap ada, namun jarang terlihat di depan publik. Artinya ada korelasi antara kemunculan aparat keamanan dengan tingkat kenyamanan sebuah daerah. Hipotesis ini agaknya bisa dibuktikan antara realitas di Eropa, khususnya di Belanda, Belgia, Jerman, dan Prancis.

Kamis, 20 Agustus 2015

OPINI



BELAJAR DARI BEKAS NEGARA PENJAJAH
Oleh : Dr. Yenrizal,M.Si.
(Dosen UIN Raden Fatah, peserta Utrecht Summer School, Netherland, 2015)

            Tahun ini saya memperoleh sebuah kesempatan untuk mengunjungi Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia selama ratusan tahun. Selama ini saya kerap mendengar tudingan negatif bahwa berbagai persoalan di Indonesia saat ini, banyak disumbangkan oleh gaya Belanda yang masih dipakai di Indonesia. Namun agaknya banyak juga sisi positif yang saat ini justru tidak ditemukan di negara kita. Saya coba berbagi informasi yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita.

Selasa, 17 Juni 2014

Jabat Tangan Prabowo



Jabat Tangan Prabowo
Oleh : Yenrizal
(Dosen Komunikasi IAIN Raden Fatah dan Kandidat Doktor Ilmu Komunikasi)

            Debat kandidat capres tahap kedua sudah dilakukan. Banyak hal menarik disana, banyak pula hal-hal yang sebenarnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan pilihan. Situasi debat sudah mulai terasa hidup, walau sedikit terganggu dengan penampilan moderator yang terkesan kaku. Di tengah-tengah debat, kita disuguhkan tampilan yang belum pernah terjadi dalam debat-debat seperti ini sebelumnya, Prabowo mengamini Jokowi dan kemudian menyalaminya sambil berkata, “saya setuju dengan gagasan anda.”

Minggu, 01 Juni 2014

Semende, Negeri Tunggu Tubang

Semende, Negeri para Tunggu Tubang
Oleh : Yenrizal
Apabila kepada kita ditanyakan tentang Semende (sering disebut Semendo), tentu yang
terlintas adalah cita rasa kopi yang harum dan nikmat. Tak salah memang, Semende adalah salah
satu produsen kopi terbesar di Sumatera Selatan, di samping Pagar Alam dan Lahat. Akan tetapi,
apakah Semende hanya sekedar kopi saja? Tidak, banyak hal lain yang bisa kita ceritakan tentang
negeri di atas bukit ini, keelokan alamnya, keunikan adat, keharuman berasnya, dan seabreg lagi
cerita menarik tentang daerah ini. Catatan berikut mencoba menggambarkan beberapa hal menarik
yang mungkin selama ini belum terpublikasikan.